Thursday, July 17, 2008

Sabar Atas Musibah


Manusia diuji oleh Allah SWT dengan pelbagai ujian dan musibah. Tidak ada senjata yang mampu untuk melawan kesedihan dan kegelisahan kecuali dengan senjata sabar, mengembalikan semuanya kepada Allah SWT kerana setiap kejadian yang menimpa kita pasti membawa pelbagai hikmah yang tersembunyi.

Firman Allah SWT:
"Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang yang sabar."
(Al-Baqarah: 155)

Firman Allah SWT:
"Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
(Al-Insyirah: 5-6)

"Barang siapa yang mampu menghadapi segala ujian dengan penuh kesabaran, redha atas ketentuan Allah SWT, bersyukur atas segala kurnian-Nya maka Allah SWT akan membukakan baginya segala rahsia disebalik semua ujian dan musibah yang menimpanya."
-Unasl Masjun wawahatul Makhzun-karya Shafiyuddin Al-Halaby-

Firman Allah SWT:
"(iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(Al-Baqarah: 156-157)

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan bahawa Ummu Salamah mengatakan, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:- "Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'un. (Ya Allah, berikanlah pahala dalam musibahku ini dan berikanlah ganti kepadaku yang lebih baik darinya,) melainkan Allah akan memberikan pahala kepadanya dalam musibah itu dan memberikan ganti kepadanya dengan yang lebih baik darinya." Kata Ummu Salamah, ketika Abu Salamah meninggal, maka aku ucapkan apa yang diperintahkan Rasulullah SAW kepadaku, maka Allah SWT memberikan ganti kepadaku yang lebih baik dari Abu Salamah, iaitu Rasulullah SAW.
(HR. Muslim)

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: "Jika kamu terkena sesuatu maka janganlah kamu mengucapkan 'andaikan aku melakukan ini, maka akan menghasilkan ini dan itu' tapi ucapkan kalimat 'semuanya sesuai dengan ketetapan Allah, jika Allah SWT menghendaki maka Allah akan mewujudkankannya' kerana kata 'jika' itu pembuka perbuatan syaitan.
Riwayat Muslim (4/2052), Ibnu Majah (79) dari jalur Muhammad bin Yahya bin Hibban dari Al-'Araj dari Abu Hurairah.

1 comment:

syidah said...

btul tue...kita hrus bersabar dlm semua pkara..dan sabar tue juga sparuh dr iman..