Thursday, October 16, 2008

Larangan Berputus Asa


"Apabila tertimpa pada dirimu suatu dosa, maka janganlah dosa itu menjadi sebab bagimu berputus-asa untuk menghasilkan istiqamah di sisi Tuhanmu. Kerana yang demikian itu kadang-kadang sebagai dosa terakhir yang ditakdirkan oleh Allah ke atasmu."
(Kalam Hikmah Ibnu Athaillah al-Iskandari)

"Katakanlah! Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Maha Pengampun dan Maha Penyayang."
(Surah al-Hijr:56)

"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."
(Surah Yusuf:87)

"...Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
(Surah al-Baqarah:222)


Seseorang dapat terhindar dari perbuatan maksiat dan dosa melalui tiga perkara sepertimana berikut:-

1. Rajin dan istiqamah dalam bertaubat kepada Allah, yakni berterusan mengerjakan taubat pada setiap waktu. Misalnya setiap malam hari sesudah sembahyang Isya', atau setiap hari sesudah sembahyang Subuh. Sama ada telah melakukan dosa atau tidak, hendaknya seseorang bertaubat dari Allah dan memohonkan keampunanNya. Ini adalah salah satu cara menghindarkan diri daripada dosa.

2. Secara langsung dari Allah, dengan kehendakNya seseorang dapat terhindar dari segala dosa iu, mungkin dengan cara mematikan hamba tersebut sebelum ia terjebak dalam perbuatan dosa itu.

3. Dengan cara adanya berbagai rintangan. Maksudnya seseorang itu tidak sampai terjerumus kepada perbuatan maksiat kerana adanya pelbagai halangan atau rintangan yang menyebabkan ia terhindar dari dosa.


(Syarah Al-Hikam)

No comments: