Monday, October 20, 2008

Tanda Kejayaan dan Kecemerlangan


"Sebahagian tanda kejayaan pada (segala) kesudahan (ketaatan kepada Allah) ialah kembali kepada Allah pada semua permulaan (di dalam menjalani sesuatu amal).
(Kalam Hikmah,
al-Imam Ibnu Athaillah al-Iskandari)

"Barangsiapa yang kenyangnya dengan sebab makanan, ia akan sentiasa lapar. Barangsiapa yang kayanya dengan sebab harta, ia senantiasa fakir. Barangsiapa tujuannya selain Allah, pada mencapai keperluannya, ia senantiasa diharamkan (dari maksudnya), barangsiapa yang mengharapkan pertolongan selain Allah pada pekerjaan yang dihadapinya, maka ia senantiasa akan hina-dina."
(Kata-Kata Ahli Tasawuf,
al-Nahajjury)


"Barangsiapa yang cemerlang permulaannya, maka cemerlang (pula) pada penghabisan."
(Kalam Hikmah,
al-Imam Ibnu Athaillah al-Iskandari)


"Barangsiapa cemerlang pada permulaan sesuatu yang ia kerjakan, yakni segala waktunya tidak terbuang, tetapi dipenuhinya dengan ibadat dan taat, serta semua perhatiannya diarahkan untuk itu, maka hasil daripadanya ia akan mendapat kecemerlangan pula pada penghabisannya. Ia akan mendapat limpahan Nur, ilmu ladunni (ilmu secara langsung) dari Allah SWT. Segala sesuatu yang menghambat antara dia dengan Allah akan hilang sehingga timbullah hubungan yang suci, yang penuh dengan rasa cinta dan asyik antara dia sebagai hamba Allah dengan Allah SWT. Tetapi apabila ia melaksanakan amal ibadatnya dengan tidak serius, di mana seluruh perhatiannya tidak tertumpah pada apa yang dikerjakannya, maka tujuan terakhir seperti tersebut tidak akan diperolehinya bahkan pula jauh dari apa yang dicita-citakannya. Walaupun berhasil, maka hasilnya tidak akan sempurna. Dengan kata lain, tidak mendapat "keuntungan", tetapi untungnya hanya sekadar balik modal."
(Syarah Ibnu 'Ibaad,
Syeikhul Islam Abdullah Syarqawy
)

No comments: