Sunday, November 02, 2008

Balasan Atas Perbuatan


Dikisahkan, suatu hari ada seorang lelaki sedang duduk-duduk sambil makan bersama isterinya dengan lauk ayam panggang. Tiba-tiba ada seorang pengemis berdiri mengetuk pintu rumahnya sambil berkata: "Tolonglah tuan! saya orang tidak punya dan tengah dalam perjalanan."

Lelaki tadi pun keluar menemui si pengemis dengan penuh amarah, mencacinya dan mengusirnya tanpa ada rasa kemanusiaan sedikit pun. Si pengemis pergi dengan wajah murung dan sedih. Selang beberapa hari kemudian lelaki yang mengusir pengemis tadi jatuh miskin. Hilanglah segala kenikmatan yang ia rasakan selama ini. Ia tidak tahan dengan keadaannya sekarang. Ia meninggalkan negerinya, berkelana ke penjuru negeri dan hidup dengan belasan kasihan orang lain. Ia juga telah menceraikan isterinya sebelum kepergiannya. Lalu si isteri pun menikah dengan lelaki lain di daerah lain pula.

Suatu hari, kedua pasangan ini sepakat makan bersama ayam panggang dan beberapa potong roti. Saat waktu makan, tiba-tiba ada seorang lelaki pengemis mengetuk pintu rumahnya sambil berkata: "Tolonglah tuan! Saya orang yang tidak punya dan tengah dalam perjalanan". Si suami pun berkata kepada isterinya: "Bawalah ayam dan kedua potong roti ini. Berikanlah kepadanya!"

Ketika si isteri keluar dan memerhatikan si pengemis ternyata ia adalah suaminya dahulu. Setelah memberikan ayam dan roti, ia segera kembali menemui suaminya yang menyanyakan tentang pengemis tersebut. Ia pun memberitahu bahawa pengemis tadi adalah suaminya yang dahulu. Ia pun menceritakan kisahnya dulu ketika suaminya mengusir seorang pengemis. Setelah diam beberapa waktu, suaminya berkata: "Demi Allah, sayalah pengemis yang dulu kamu usir!"

No comments: